SOFTSKILLS | UNIVERSITAS GUNADARMA

Monday, March 31, 2014

Tulisan | 5 Hal yang Harus Kamu Tinggalin Sebelum Masuk Dunia Kuliah

Nggak terasa Ujian Nasional udah di depan mata. Akhirnya selama tiga tahun kepala kamu dijejelin sama pelajaran sekolah yang bikin otak ngebul, kamu bakal melepas seragam putih abu-abu dalam satu langkah lagi. Semangat!

Eh tapi ada yang harus kamu tau, setelah lulus sekolah kamu akan dihadapkan dengan kehidupan baru, yaitu dunia kuliah, yang konon disebut-sebut gerbang menuju dunianya orang dewasa.

Dalam dunia baru ini, banyak hal yang harus kamu prioritaskan untuk dilakuin, untuk itu kamu mau nggak mau harus ninggalin hal-hal lama yang sering kamu lakuin. Ini semua supaya kamu bisa masuk dan beradaptasi dunia perkuliahan.

Tongkrongan Nggak Jelas
Saat sekolah, sebagian dari kamu pasti punya temen atau katakanlah geng yang biasa nongkrong pas pulang sekolah. Entah di kantin, di lapangan, di warkop, atau di dalem sumur, yang jelas sepulang sekolah kamu langsung nongkrong sama mereka.

Perlu kamu ketahui, saat memasuki dunia kuliah kamu bakal sibuk banget. Mulai dari belajar, ngerjain tugas kuliah yang terus beranak-pinak membelah diri, ngikutin organisasi kampus, sampe ikut demo kenaikan harga pecel ayam.

Nah, kalo tongkrongan kamu ngalor ngidul atau nggak jelas apa yang dibahas mending ditinggalin, cari tongkrongan lain yang bisa memberi hal positif buat diri kamu.


Hobi yang Nggak Bermanfaat
Manusia mana yang nggak punya hobi? Nyonya Meener aja sebelum nyiptain berbagai jenis jamu pasti punya hobi. Kayak gue misalnya yang dulu anak warnet, sekarang gue udah ninggalin jauh-jauh yang namanya komputer, dan sekarang fokus sama penelitian sambel pecel ayamkuliah dan kerja.

Kalo kamu punya hobi yang sekiranya nggak bermanfaat, ngabisin duit atau malah merugikan, tinggalin aja daripada ngabisin waktu, atau cari hobi baru yang lebih bermanfaat.


Pola Pikir Labil
Semakin kita beranjak dewasa, kita bakal menghadapi hal-hal baru yang membutuhkan pikiran dewasa juga. Kalo pola pikir kamu masih kayak anak TK yang suka nangis meraung-raung pas nggak dapet apa yang dipenginin, kamu harus banget ubah pola pikir kamu.

Mulailah belajar untuk mengatur diri dan waktu dan juga menerima keadaan. Change your mind, not your self.

Harus punya sikap, mau A ya A, mau B ya B. Jangan di antara A dan B.

Hubungan yang Nggak Dewasa
Sebetulnya hubungan yang baik itu hubungan yang bisa menuntun kamu jadi lebih dewasa. Tapi sering banget gue liat orang yang pacaran malah kayak anak kecil yang gak karuan ngambek dan dramanya.

Hubungan kayak gitu yang bikin pikiran dan waktu kamu tersita. Yang ada nanti kuliah kamu keteter, nilai jelek, dan ngecewain orang tua kamu. Gue bukan nyuruh kamu mutusin pacar kamu lho. Tapi percaya deh, pas kuliah nanti kamu bakal bertemu dan kenal sama orang yang dewasa, yang bisa nuntun kamu menjadi lebih baik.

Tinggalin Sekolah
Pas kuliah nanti, janganlah kamu kuliah sambil sekolah. Jangan.

Ya namanya juga menghadapi dunia baru, mau nggak mau udah pasti harus ada yang harus ditinggalin. Semua  kan demi masa depan, pikirkan hal itu dari sekarang. Semoga kamu-kamu lulus dengan hasil yang memuaskan dan masuk perguruan tinggi yang baik.





sumber:

Tugas 1 | Softskills | Ruang Lingkup Ekonomi Moneter

Pengertian
Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang dimasyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran hutang.Beberapa ahli juga menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran.
Keberadaan uang menyediakan alternatif transaksi yang lebih mudah daripada barter yang lebih kompleks, tidak efisien, dan kurang cocok digunakan dalam sistem ekonomi modern karena membutuhkan orang yang memiliki keinginan yang sama untuk melakukan pertukaran dan juga kesulitan dalam penentuan nilai. Efisiensi yang didapatkan dengan menggunakan uang pada akhirnya akan mendorong perdagangan dan pembagian tenaga kerja yang kemudian akan meningkatkan produktifitas dan kemakmuran.
Pada awalnya di Indonesia, uang —dalam hal ini uang kartal— diterbitkan oleh pemerintah Republik Indonesia. Namun sejak dikeluarkannya UU No. 13 tahun 1968 pasal 26 ayat 1, hak pemerintah untuk mencetak uang dicabut. Pemerintah kemudian menetapkan Bank Sentral, Bank Indonesia, sebagai satu-satunya lembaga yang berhak menciptakan uang kartal. Hak untuk menciptakan uang itu disebut dengan hak oktroi.

Fungsi
Secara umum, uang memiliki fungsi sebagai perantara untuk pertukaran barang dengan barang, juga untuk menghindarkan perdagangan dengan cara barter. Secara lebih rinci, fungsi uang dibedakan menjadi dua yaitu fungsi asli dan fungsi turunan.
Fungsi asli
Fungsi asli uang ada tiga, yaitu sebagai alat tukar, sebagai satuan hitung, dan sebagai penyimpan nilai.
·         Uang berfungsi sebagai alat tukar atau medium of exchange yang dapat mempermudah pertukaran. Orang yang akan melakukan pertukaran tidak perlu menukarkan dengan barang, tetapi cukup menggunakan uang sebagai alat tukar. Kesulitan-kesulitan pertukaran dengan cara barter dapat diatasi dengan pertukaran uang.
·         Uang juga berfungsi sebagai satuan hitung (unit of account) karena uang dapat digunakan untuk menunjukan nilai berbagai macam barang/jasa yang diperjualbelikan, menunjukkan besarnya kekayaan, dan menghitung besar kecilnya pinjaman. Uang juga dipakai untuk menentukan harga barang/jasa (alat penunjuk harga). Sebagai alat satuan hitung, uang berperan untuk memperlancar pertukaran.
·         Uang berfungsi sebagai alat penyimpan nilai (valuta) karena dapat digunakan untuk mengalihkan daya beli dari masa sekarang ke masa mendatang. Ketika seorang penjual saat ini menerima sejumlah uang sebagai pembayaran atas barang dan jasa yang dijualnya, maka ia dapat menyimpan uang tersebut untuk digunakan membeli barang dan jasa di masa mendatang.
Fungsi Turunan
Selain ketiga hal di atas, uang juga memiliki fungsi lain yang disebut sebagai fungsi turunan. Fungsi turunan itu antara lain:
·         Uang sebagai alat pembayaran yang sah
Kebutuhan manusia akan barang dan jasa yang semakin bertambah dan beragam tidak dapat dipenuhi melalui cara tukar-menukar atau barter. Guna mempermudah dalam mendapatkan barang dan jasa yang diperlukan, manusia memerlukan alat pembayaran yang dapat diterima semua orang, yaitu uang.
·         Uang sebagai alat pembayaran utang
Uang dapat digunakan untuk mengukur pembayaran pada masa yang akan datang.
·         Uang sebagai alat penimbun kekayaan
Sebagian orang biasanya tidak menghabiskan semua uang yang dimilikinya untuk keperluan konsumsi. Ada sebagian uang yang disisihkan dan ditabung untuk keperluan di masa datang.
·         Uang sebagai alat pemindah kekayaan
Seseorang yang hendak pindah dari suatu tempat ke tempat lain dapat memindahkan kekayaannya yang berupa tanah dan bangunan rumah ke dalam bentuk uang dengan cara menjualnya. Di tempat yang baru dia dapat membeli rumah yang baru dengan menggunakan uang hasil penjualan rumah yang lama.
·         Uang sebagai alat pendorong kegiatan ekonomi
Apabila nilai uang stabil orang lebih bergairah dalam melakukan investasi. Dengan adanya kegiatan investasi, kegiatan ekonomi akan semakin meningkat.

Kriteria uang
Agar “sesuatu” tersebut dapat dijadikan sebagai uang ada beberapa kriteria umum yang antara lain adalah :
1.       Acceptability dan Cognizability
Persyaratan utama dari sesuatu menjadi uang adalah diterima secara umum (acceptability) dan diketahui secara umum (cognizability).
2.       Stability of Value
Sesuatu yang dapat berperan sebagai uang akan besar manfaatnya apabila nilainya relatif stabil.
3.       Portability
Sesuatu yang berperan sebagai uang harus mudah dibawa untuk urusan setiap hari.
4.       Durability
Dalam transaksi, uang akan berpindah dari satu tangan ke tangan yang lain
5.       Divisibility
Uang digunakan untuk menetapkan transaksi dari berbagai jumlah, sehingga uang dari berbagai nominal (satuan/unit) harus dicetak untuk mencukupi/melancarkan transaksi jual-beli
6.       Elasticity of supply
Jumlah uang yang beredar harus mencukupi kebutuhan dunia usaha (perekonomian).

Jenis-jenis uang
1.       Berdasarkan bahan :
·         Uang kertas
·         Uang logam
2.       Berdasarkan lembaga yang mengeluarkan :
·         Uang kartal : terdiri atas uang kertas dan uang logam yang beredar di masyarakat. Uang kartal dikeluarkan oleh Bank Indonesia selaku Bank Sentral di Indonesia
·         Uang giral : terdiri atas cek, giro, telegraphic transfer dll yang dikeluarkan oleh Bank Umum
3.       Berdasarkan nilai
·         Uang berniali penuh (full bodied money) : uang yang nilai intrinsiknya (bahan) sama besarnya dengan nilai nominal yang tercantum di dalam uang tersebut.
Contoh uang ini adalah uang logam.
·         Uang tanda (token money) : uang yang nilai nominalnya lebih besar daripada nilai intrinsiknya.
Contohnya adalah uang kertas.




sumber:

Wednesday, January 8, 2014

Tulisan 4 | 4 Cara Tetep Dapet Uang Jajan Meski Sekolah Lagi Bebas

Di setiap keluarga punya sistem yang beda-beda dalam ngasih uang jajan, ada yang sistemnya perbulan, perminggu, dan yang paling sering diterapin itu perhari. Untuk yang perhari sendiri biasanya paling banyak masalahnya, iya, masalah kalau lagi nggak ada kelas atau libur.

Serba salah emang kalau dikasih uang jajannya perhari. Mau berangkat males banget soalnya cuma bentar, mau nggak berangkat tapi nggak dapet jajan.

Buat kamu yang dapet duit jajannya perhari dan kalau libur nggak dapet duit jajan, tenang, kami bakalan ngasih tau kok cara-cara biar kamu tetep bisa dapet duit jajan.

Sekolah 15 Menit
Karena kunci untuk dapet duit jajan itu terletak di kalimat “Pergi ke sekolah atau kampus,” maka dari situ lah kalian harus manfaatkan sebaik-baiknya. Jadi berdandanlah selayaknya kamu ingin ke kampus/sekolah, kalian pamit, minta uang jajan, berangkat, terus abis itu sekitar 15 menitan lagi langsung pulang lagi ke rumah.

Kan yang penting udah dapet duit jajan.

Bilang Gurunya Rapat
Kalau cara pertama tadi sekiranya gagal, silahkan memakai cara kedua. Jadi gini, di sekolahan suka ada hari libur dadakan, jadi awalnya sekolah, tapi tau-taunya di pertengahan suka disuruh pulang sama guru piket. Iya, biasanya kejadian ini terjadi kalau gurunya tiba-tiba ada rapat sekolah.

Naaaaah, jadi kalau kamu emang sebenernya udah libur tapi gak dapet duit jajan, kamu bisa tuh awalnya sok pergi ke sekolahan, sebentar aja tapi, abis itu langsung balik lagi. Jadi kalau ditanya, “Kok cepet amat pulangnya?” tinggal bilang, “Gurunya ada rapat.”

Yang penting apa? Pinter! Yang penting udah dapet duit jajan..

Bilang Kerja Kelompok
Ketika kamu libur dan pengin jalan tapi sebelum kamu pergi kamu minta uang jajan ke orang tua, kami yakin kamu nggak akan dikasih sama beliau. Semua itu terjadi karena jalan itu nggak berhubungan sama kegiatan sekolah, jadi orang tua kamu nggak akan ngasih uang biasanya. Kalaupun ngasih, jumlahnya nggak seperti uang jajan pas sekolah.

Maka dari itu, cara lain agar kamu tetep bisa dapet uang jajan ialah dengan bilang kamu kerja kelompok, kami jamin, kalau kamu bilangnya kerja kelompok, pasti bakalan dikasih duit jajan.

Ngejenguk Temen Sakit
Selain yang berkaitan dengan pendidikan, orang tua juga biasanya luluh dalam hal apa pun yang bersifat sosial. Karena nggak mungkin alasan kamu minta uang jajan itu, “Mah, minta uang jajan dong, aku mau ngeringin lahar merapi,” jadi kamu bisa ganti dengan alasan ngejenguk teman kamu yang lagi sakit, kira-kira gini contohnya...
“Mah, aku minta uang jajan dong..”

“Buat apa?! Kamu kan sekolahnya lagi bebas??!!”

“Temen aku ada yang sakit mah, kasian deh dia, masa mau nafas aja harus lewat pori-pori.”

“Oalaaaaah!! Yaudah nih nih nih...”

Sekian.

Nah, itu dia beberapa cara biar kamu bisa dapet duit jajan. Bisa kamu tiru kalau kamu mau jadi anak durhaka tuh.





sumber :

Tulisan 3 | 4 Alasan Ketika Bebas Abis UAS Tetep Pengin ke Sekolah

Walaupun semua sekolahan udah pada selesai UAS, bukan berarti pelajar udah bisa seneng-seneng. Sebelum mencapai liburan, biasanya ada beberapa hal yang harus dilewati. Banyak dari pelajar yang masih datang ke sekolah, padahal pelajaran semester itu udah abis. Apa ya yang biasa jadi alasannya?

Absen
Biasanya abis UAS itu emang nggak ada yang langsung libur, tapi kudu class meeting dulu. Buat yang ikutan class meeting sih enak bisa pamer ke gebetan, lah kalau yang nggak ikut dan nggak punya gebetan gimana?

Nah, yang namanya class meeting ini biasanya wajib absen, jadi mau ikut atau nggak ya tetep harus ngisi daftar hadir. Tapi akhirnya nggak jarang juga beberapa siswa saking malesnya bodo amat deh bolos.

Tapi di sisi lain banyak juga siswa yang pengin kolom absen di rapotnya mereka itu bersih dari coret-coretan guru, makanya abis UAS pada bela-belain ke sekolah deh buat ngisi absen. Abis itu pulang.

Suasana dan Temen-Temen Sekolah
Kadang liburan itu nggak selamanya asik, apalagi kalo liburannya di rumah doang, plus jomblo lagi. Makanya jangan heran banyak fenomena ketika sekolah penginnya libur, tapi giliran libur malah kepengin sekolah. Aneh memang, tapi semua ini tentunya bukan nggak punya alasan, jadi, rata-rata anak sekolahan pas libur itu suka pengin ke sekolah, tapi ke sekolahnya ini sebenernya cuma pengin ngerasain suasana bareng-bareng sama temennya aja, bukan belajarnya, apalagi dengerin guru ngocehnya.

Inceran
Kalo orang lagi jatuh cinta mau ngapain dan ke mana aja pasti bakal dilakuin demi sang inceran. Jadi jangan heran kalau ada yang rajin ke sekolah padahal bebas nggak ada kelas, cuma karena dia punya inceran di sekolah.

Padahal, di sekolah juga paling dia cuma berani ngeliatin dari jauh. Nggak berani ngajak ngobrol.

Uang Jajan
Semua siswa pasti ngerasain kalo libur sekolah ujung-ujungnya pasti libur uang jajan juga. Makanya, kalau kamu liat siswa yang abis UAS tetep rajin ke sekolah itu bukan berarti dia rajin beneran, bisa jadi biar mereka dapet uang jajan.

Jadi walaupun kamu punya waktu libur yang panjang, ada temen, tapi gak punya uang, itu mah ujung-ujungnya nggak asik juga.




sumber :
nyunyu, klik!

Topik 15 | Kelompok 3 | Asuransi Kesehatan

Asuransi kesehatan adalah sebuah jenis produk asuransi yang secara khusus menjamin biaya kesehatan atau perawatan para anggota asuransi tersebut jika mereka jatuh sakit atau mengalami kecelakaan. Secara garis besar ada dua jenis perawatan yang ditawarkan perusahaan-perusahaan asuransi, yaitu rawat inap (in-patient treatment) dan rawat jalan (out-patient treatment).
Produk asuransi kesehatan diselenggarakan baik oleh perusahaan asuransi sosial, perusahaan asuransi jiwa, maupun juga perusahaan asuransi umum.
Di IndonesiaPT Askes Indonesia merupakan salah satu perusahaan asuransi sosial yang menyelenggarakan asuransi kesehatan kepada para anggotanya yang utamanya merupakan para pegawai negeri baik sipil maupun non-sipil. Anak-anak mereka juga dijamin sampai dengan usia 21 tahun. Para pensiunan beserta istri ataupun suami juga dijamin seumur hidup.
Di luar golongan tersebut pemerintah juga menyediakan program asuransi kesehatan kepada warga berpenghasilan rendah, kini disebut Jamkesmas,jaminan kesehatan masyarakat, di samping program itu yang dibiayai oleh APBN, sejumlah pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota juga punya program serupa yaitu Jamkesda[1] dan Jamkesos seperti, antara lain, di kabupaten Musi Banyuasin pada 2002Jembrana sejak 2003 diDIY sejak 2003[3] dan provinsi Sumatera Selatan, di sana disebut Jamsoskes, sejak awal januari 2009 walaupun pada awal maret 2010 pemerintah pusat mengkaji kemungkinan melarang pembiayaan asuransi kesehatan lewat APBD
Pada tahun 2010,120,2 juta dari sekitar 237 juta penduduk Indonesia memiliki asuransi kesehatan disediakan baik oleh PT Askes IndonesiaPT JamsostekPT Asabri maupun lewat programJamkesmas atau asuransi lain, seperti Sinar MasAviva Indonesia .
Beberapa perusahaan asuransi kerugian dan asuransi jiwa telah memasarkan pula program-program asuransi kesehatan dengan berbagai macam varian yang berbeda. Pada umumnya perusahaan asuransi yang menyelenggarakan program asuransi kesehatan bekerja sama dengan provider rumah sakit baik secara langsung maupun melalui institusi perantara sebagai asisten manajemen jaringan rumah sakit.

Contoh:
PT. Jamsostek
Penyelenggaraan program jaminan sosial merupakan salah satu tangung jawab dan kewajiban Negara - untuk memberikan perlindungan sosial ekonomi kepada masyarakat. Sesuai dengan kondisi kemampuan keuangan Negara. Indonesia seperti halnya negara berkembang lainnya, mengembangkan program jaminan sosial berdasarkan funded social security, yaitu jaminan sosial yang didanai oleh peserta dan masih terbatas pada masyarakat pekerja di sektor formal.

Sejarah terbentuknya PT Jamsostek (Persero) mengalami proses yang panjang, dimulai dari UU No.33/1947 jo UU No.2/1951 tentang kecelakaan kerja, Peraturan Menteri Perburuhan (PMP) No.48/1952 jo PMP No.8/1956 tentang pengaturan bantuan untuk usaha penyelenggaraan kesehatan buruh, PMP No.15/1957 tentang pembentukan Yayasan Sosial Buruh, PMP No.5/1964 tentang pembentukan Yayasan Dana Jaminan Sosial (YDJS), diberlakukannya UU No.14/1969 tentang Pokok-pokok Tenaga Kerja. Secara kronologis proses lahirnya asuransi sosial tenaga kerja semakin transparan.

Setelah mengalami kemajuan dan perkembangan, baik menyangkut landasan hukum, bentuk perlindungan maupun cara penyelenggaraan, pada tahun 1977 diperoleh suatu tonggak sejarah penting dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) No.33 tahun 1977 tentang pelaksanaan program asuransi sosial tenaga kerja (ASTEK), yang mewajibkan setiap pemberi kerja/pengusaha swasta dan BUMN untuk mengikuti program ASTEK. Terbit pula PP No.34/1977 tentang pembentukan wadah penyelenggara ASTEK yaitu Perum Astek.

Tonggak penting berikutnya adalah lahirnya UU No.3 tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK). Dan melalui PP No.36/1995 ditetapkannya PT Jamsostek sebagai badan penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Program Jamsostek memberikan perlindungan dasar untuk memenuhi kebutuhan minimal bagi tenaga kerja dan keluarganya, dengan memberikan kepastian berlangsungnya arus penerimaan penghasilan keluarga sebagai pengganti sebagian atau seluruhnya penghasilan yang hilang, akibat risiko sosial.

Selanjutnya pada akhir tahun 2004, Pemerintah juga menerbitkan UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional. Undang-undang itu berhubungan dengan Amandemen UUD 1945 tentang perubahan pasal 34 ayat 2, yang kini berbunyi: "Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan". Manfaat perlindungan tersebut dapat memberikan rasa aman kepada pekerja sehingga dapat lebih berkonsentrasi dalam meningkatkan motivasi maupun produktivitas kerja.

Kiprah Perusahaan yang mengedepankan kepentingan dan hak normatif Tenaga Kerja di Indonesia terus berlanjut. Sampai saat ini, PT Jamsostek (Persero) memberikan perlindungan 4 (empat) program, yang mencakup Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) bagi seluruh tenaga kerja dan keluarganya.

Tahun 2011, ditetapkanlah UU No 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Sesuai dengan amanat undang-undang, tanggal 1 Januri 2014 PT Jamsostek akan berubah menjadi Badan Hukum Publik. PT Jamsostek tetap dipercaya untuk menyelenggarakan program jaminan sosial tenaga kerja, yang meliputi JKK, JKM, JHT dengan penambahan Jaminan Pensiun mulai 1 Juli 2015.

Menyadari besar dan mulianya tanggung jawab tersebut, Jamsostek pun terus meningkatkan kompetensi di seluruh lini pelayanan sambil mengembangkan berbagai program dan manfaat yang langsung dapat dinikmati oleh pekerja dan keluarganya.

Kini dengan system penyelenggaraan yang semakin maju, program Jamsostek tidak hanya memberikan manfaat kepada pekerja dan pengusaha saja, tetapi juga memberikan kontribusi penting bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi bangsa dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Visi
Menjadi Badan penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) berkelas dunia, terpercaya, bersahabat dan unggul dalam Operasional dan Pelayanan.

Misi
Sebagai badan penyelenggara jaminan sosial tenaga kerja yang memenuhi perlindungan dasar bagi tenaga kerja serta menjadi mitra terpercaya bagi:
Tenaga Kerja: Memberikan perlindungan yang layak bagi tenaga kerja dan keluarga
Pengusaha: Menjadi mitra terpercaya untuk memberikan perlindungan kepada tenaga kerja dan meningkatkan produktivitas
Negara: Berperan serta dalam pembangunan

Filosofi Jamsostek
JAMSOSTEK dilandasi filosofi kemandirian dan harga diri untuk mengatasi resiko sosial ekonomi. Kemandirian berarti tidak tergantung orang lain dalam membiayai perawatan pada waktu sakit, kehidupan dihari tua maupun keluarganya bila meninggal dunia. Harga diri berarti jaminan tersebut diperoleh sebagai hak dan bukan dari belas kasihan orang lain.
Agar pembiayaan dan manfaatnya optimal, pelaksanaan program JAMSOSTEK dilakukan secara gotong royong, dimana yang muda membantu yang tua, yang sehat membantu yang sakit dan yang berpenghasilan tinggi membantu yang berpenghasilan rendah.

Motto Perusahaan
Untuk Hidup Lebih Berkualitas

Nilai-Nilai Perusahaan
Iman: Taqwa, berfikir positif, tanggung jawab, pelayanan tulus ikhlas.
Profesional:Berprestasi, bermental unggul, proaktif dan bersikap positif terhadap perubahan dan pembaharuan
Teladan: Berpandangan jauh kedepan, penghargaan dan pembimbingan (reward & encouragement), pemberdayaan
Integritas: Berani, komitmen, keterbukaan
Kerjasama: Kebersamaan, menghargai pendapat, menghargai orang lain.


Etika Kerja Perusahaan
Teamwork
Open Mind
Passion
Action
Sense





sumber :

Topik 11 | Kelompok 3 | Prinsip-prinsip Pengukuran Resiko

PENGUKURAN RESIKO

Setelah manajer resiko mengidentifikasi berbagai jenis resiko yang dihadapi perusahaan, maka selanjutnya resiko itu harus diukur.
Perlunya pengukuran resiko adalah:
·         Untuk menentukan relatif pentingnya
·         Untuk memperoleh informasi yang akan menolong untuk menetapkan kombinasi peralatan manajemen resiko yang tepat untuk menanganinya
Dimensi yang harus Diukur
Informasi yang diperlukan berkenaan dengan dua dimensi resiko yang perlu diukur yaitu:
·         Frekuensi atau jumlah kerugian yang akan terjadi
·         Keparahan dari kerugian tersebut
Dari penilaian tersebut, dapat diketahui:
·         rata-rata nilainya dalam periode anggaran
·         Variasi nilai dari satu periode anggaran ke periode anggaran sebelum dan berikutnya
·         Dampak keseluruhan dari kerugian-kerugian  itu jika seandainya kerugian tersebut ditanggung sendiri


Konsep probabilitas 
Probabilitas merupakan kesempatan atau kemungkinan terjadinya suatu kejadian atau kemungkinan jangka panjang terjadinya sesuatu.

·         Sample Space : Suatu set dari kejadian tertentu yang diamati (S)
·         Event : Merupakan segmen atau bagian dari Sample Space (E)
Tanpa Bobot  : P (E) =     E
                                                                                S
Dengan Bobot : P (E) =   W (E)
                                                                W (S)
Dimana : P(E) = probabilitas terjadinya event
   E           = sub set atau event                   
  S            = sample space atau set            
  W          = bobot dari masing-masing  event
Asumsi dalam Probabilitas
1.       Bahwa kejadian atau event tersebut akan terjadi
2.       Bahwa kejadian-kejadian tersebut adalah mutually exclusive, artinya dua peristiwa tidak akan terjadi secara bersamaan
3.       Bahwa pemberian bobot pada masing-masing peristiwa dalam set adalah positif, sebab besarnya probabilitas akan berkisar antara 1 dan 0, di mana peristiwa yang pasti terjadi probabilitasnya 1, sedangkan peristiwa yang pasti tidak terjadi probabilitasnya 0
Aksioma Definisi Probabilitas
1.       Probabilitas adalah suatu nilai/angka yang besarnya terletak antara 0 dan 1, yang diberikan pada masing-masing peristiwa
0 ≤ P (A) ≤ 1
2.       Jumlah hasil penambahan keseluruhan probabilitas dari peristiwa-peristiwa yang mutually exclusive dalam sample space adalah 1
3.       Probabilitas suatu peristiwa yang terdiri dari sekelompok peristiwa yang mutually exclusive dalam suatu set (sample space) merupakan hasil penjumlahan dari masing-masing probabilitas yang terpisah
Sifat Probabilitas
Probabilitas adalah aproksimasi. Jarang sekali terjadi atau bahkan tidak mungkin dapat diketahui besarnya probabilitas secara mutlak (pasti sama dengan kenyataan).


PENANGGULANGAN RESIKO
Setelah manajer resiko melakukan identifikasi dan mengukur resiko, maka tahap selanjutnya adalah memilih cara penanggulangan resiko. Seorang manajer resiko pada prinsipnya dapat menggunakan dua pendekatan/cara menanggulangi resiko:
·         Penanganan Resiko (Risk Control)
·         Pembiayaan Resiko (Risk Financing)

1.       Penanganan Resiko
Beberapa metode yang dapat digunakan:
·         Menghindari resiko
·         Mengendalikan kerugian
·         Pemisahan resiko
·         Melakukan kombinasi atau pooling
·         Memindahkan resiko

        Mengendalikan Kerugian
Pengendalian kerugian bertujuan utk:
·         Memperkecil kemungkinan terjadinya kerugian
·         Mengurangi keparahan bila suatu resiko memang terjadi.
Tujuan tersebut dapat tercapai dgn cara:
Melakukan tindakan pencegahan dan pengurangan kerugian. Yakni berusaha untuk mengurangi atau jika bisa menghilangkan peluang terjadinya kerugian
        Pengendalian kerugian menurut lokasi
     Menurut W.Haddon kemungkinan dan keparahan kerugian kecelakaan lau lintas tergantung pada kondisi dari:
·         Orang yang menggunakan jalan
·         Kendaraan
·         Lingkungan umum jalan yg meliputi faktor2 seperti desain, pemeliharaan, rambu-rambu, keadaan lalu lintas
        Pengendalian menurut timing
Pendekatan ini berkaitan dengan malsaah kapan metode pencegahan/pengendalian digunakan, yg dapat terjadi:
·         Sebelum terjadinya peril
·         Selama terjadinya peril
·         Sesudah terjadinya peril
        Pemisahan
Pemisahan artinya memisahkan penempatan dari harta yang menghadapi resiko yang sama. Jadi dengan cara menambah banyaknya”independent exposure unit” sehingga probabilitas kerugian dapat diperkecil. Maksud pemisahan adalah utk mengurangi jumlah kerugian akibat terjadinya peril.
        Kombinasi atau Pooling
Adalah usaha menambah banyaknya exposure unit  dalam batas kendali perusahaan dengan tujuan agar kerugian yang akan dialami lebih dapat diramalkan, sehingga resikonya lebih kecil.
Mis. Perusahaan tranportasi memperbanyak armadanya agar peluang terjadinya kecelakaan diperkecil
        Pemindahan Resiko
Dapat dilakukan dengan cara:
Harta milik atau kegiatan yang menghadapi resiko dipindahkan ke pihak lain yang dinyatakan dgn tegas dalam transaksi atau kontrak. Mis. Perusahaan menyerahkan pengangguktan produknya pd perusahaan transportasi.
Resikonya sendiri yang dipindahkan
      mis. Dalam perjanjian sewa menyewa rumah, biasanya pemilik rumah memindahkan resiko kerusakan akibat kelalaian penyewa pada penyewa 

Pembiayaan Resiko
      Cara/metode yang dapat digunakan adalah:
·         Pemindahan resiko dengan pembiayaan (risk financing transfer)
·         Melakukan retensi (menangani sendiri resiko yang dihadapi)

a.       Risk Financing Transfers
Pemindahan resiko dengan cara ini berarti pennaggung harus mencari dana eksternal utk membayar kerugian yang diderita oleh tertanggung.
Dapat dilakukan dengan cara:
·         Transfer resiko pada perusahaan asuransi (mengasuransikan)
·         Transfer resiko pada perusahaan yang bukan perusahaan asuransi (noninsurance transfer)Noninsurance transfer

Biasanya dilakukan melalui kontrak-kontrak bisnis biasa atau melalui kontrak khusus utk pemindahan resiko.
Isi kontrak berkenaan dengan pemindahan tanggung jawab atas kerugian terhadap:
·         Harta kekayaan
·         Net income
·         Personil
·         Tanggung jawab kpd pihak ketiga

b.      Meretensi
Artinya perusahaan menanggung sendiri resiko keuangan dari suatu peril dan merupakan bentuk penanggulangan resiko yang paling umum. Sumber dana penanggulangan resiko ditanggung sendiri oleh perusahaan ybs. Penanggulangan dapat bersifat pasif (tidak direncakana) atau aktif (direncanakan). Beberapa alasan mengapa suatu perusahaan melakukan retensi dalam penanggulangan resiko:
·         Merupakan keharusan krn tidak ada alternatif lain. mis. Kerugian krn bencana alam, tindakan kriminal, keusangan, dll.
·         Berdasarkan pertimbangan biaya, artinya jika dipindahkan resiko tsb biayanya lebih mahal
·         Bila perkiraan expected loss dari manajer resiko lebih rendah dari perkiraan perusahaan asuransi
·         Berdasarkan prinsip “opportunity cost” dimana manajer resiko berpendapat bhw penggunaan dana utk kepentingan investasi lebih menguntungkan drpd membayar premi
·         Kualitas layanan dari penanggung dianggap kurang memuaskan dibandingkan dengan bila resiko tersebut ditangani sendiri.

Kelemahan Retensi Resiko
·         Sering biaya yang dikeluarkan dengan meretensi lbh besar dari biaya yang dibebankan perusahaan asuransi
·         Expected lossnya lebih besar dari yang diperkirakan perusahaan asuransi
·         Exposure unitnya sedikit sehingga resiko tinggi

·         Ketidakmampuan keuangan perusahaan utk menopang maximum possible losses atau maximum probable losses dalam jangka pendek



sumber:

Monday, November 11, 2013

Tulisan 2 | Fungsi Sebenarnya Jas Almamater


Di dunia ini ada macam-macam jas. Tiap jas punya fungsinya masing-masing. Jas hujan dipake biar nggak keujanan, jas formal untuk bos-bos, jas do it untuk pencinta sepatu olahraga dan jas jus untuk menghilangkan haus.

Bagi anak-anak kuliah, ada satu jas yang sangat disayang walaupun udah kumel, kekecilan, kancingnya copot, dan jarang dicuci. Jas itu adalah jas almamater. Jas almameter adalah pakaian sakral bagi anak kuliah, apalagi anak kuliah yang baru masuk. Setelah dua semester atau lebih, barulah fungsi jas almamater itu kita rasakan. Apa sajakah itu? Ini dia jawabannya.

Mejeng di acara TV
Mahasiswa adalah sasaran empuk stasiun TV yang kekurangan penonton untuk acara in house-nya. Mahasiswa mudah dibujuk dengan diiming-imingi eksistensi dan bisa nongol di TV. Padahal mah yang di-shoot sama camera person cuma yang cakep-cakepnya doang.

Kamu pernah nonton acara Bukan Empat Mata atau Kick Andy? Nah, acara-acara kayak gitu kan biasanya banyak mahasiswa yang diundang. Dan semuanya kudu pake jas almamater tuh. Saat-saat seperti itulah jas sakti itu berfungsi. Temen yang udah ikut ke kantor TV-nya tapi nggak bawa jas jangan harap bisa masuk ke studio.

Demo
Turun ke jalan berorasi dengan ngebawa identitas mahasiswa tanpa make jas almamater itu sama aja kayak makan gado-gado tapi nggak pake sayur. Jas almamater adalah seragam wajib mahasiswa untuk berdemo. Tanpanya, mahasiswa cuma dikira orang-orang bayaran belaka.

Kuliah Kerja Nyata
Beberapa kampus ada yang mewajibkan mahasiswanya untuk mengabdi ke masyarakat di daerah lewat program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini. Nah pada saat itulah, jas almameter jadi sangat berfungsi. Pas bikin-bikin program ke kantor desa, bikin bakti sosial, atau dateng ke pengajian, jas almamaterlah yang kita pake.

Pamer pas main ke bekas SMA
Yah, walaupun lebai tapi ada juga beberapa anak yang menjadikan jas almamater kampus kayak jaket angkatan pas SMA, bisa dipake ke mana-mana untuk pamer. Tiap reuni sekolah mereka sengaja dateng pake jas almamater, ngakunya sih lagi keabisan jaket padahal mah mau nyombong. Aahh, jangan ditiru yah. Norak.

Minta sumbangan ke jalan
Sekarang banyak kan tuh mahasiswa yang turun ke jalan bikin aksi kemanusiaan. Dengan modal jas almamater dan kotak sumbangan mereka mejeng di lampu merah. Well, anak-anak kayak gini perlu kita apresiasi. Mereka rela panas-panasan untuk ngumpulin sumbangan. Kita berdoa aja semoga nggak ada pengemis atau preman yang manfaatin jas almamater biar gampang ngedapetin duit.

Tanda panitia pas acara kampus
Kalau lagi nggak ada dana untuk bikin kaos panitia, maka jas almamater adalah solusi atas permasalahan itu. Panitia acara-acara kampus emang selalu ngerasa harus membedakan diri dengan pesertanya, nggak cukup dengan ID Panitia saja. Nah, acara yang paling sering butuhin almamater adalah ospek. Ya, kakak-kakak senior baru yang jadi panitia ospek pasti bakal cinta banget sama jas almamater.



sumber :