SOFTSKILLS | UNIVERSITAS GUNADARMA

Monday, November 11, 2013

Tulisan 2 | Fungsi Sebenarnya Jas Almamater


Di dunia ini ada macam-macam jas. Tiap jas punya fungsinya masing-masing. Jas hujan dipake biar nggak keujanan, jas formal untuk bos-bos, jas do it untuk pencinta sepatu olahraga dan jas jus untuk menghilangkan haus.

Bagi anak-anak kuliah, ada satu jas yang sangat disayang walaupun udah kumel, kekecilan, kancingnya copot, dan jarang dicuci. Jas itu adalah jas almamater. Jas almameter adalah pakaian sakral bagi anak kuliah, apalagi anak kuliah yang baru masuk. Setelah dua semester atau lebih, barulah fungsi jas almamater itu kita rasakan. Apa sajakah itu? Ini dia jawabannya.

Mejeng di acara TV
Mahasiswa adalah sasaran empuk stasiun TV yang kekurangan penonton untuk acara in house-nya. Mahasiswa mudah dibujuk dengan diiming-imingi eksistensi dan bisa nongol di TV. Padahal mah yang di-shoot sama camera person cuma yang cakep-cakepnya doang.

Kamu pernah nonton acara Bukan Empat Mata atau Kick Andy? Nah, acara-acara kayak gitu kan biasanya banyak mahasiswa yang diundang. Dan semuanya kudu pake jas almamater tuh. Saat-saat seperti itulah jas sakti itu berfungsi. Temen yang udah ikut ke kantor TV-nya tapi nggak bawa jas jangan harap bisa masuk ke studio.

Demo
Turun ke jalan berorasi dengan ngebawa identitas mahasiswa tanpa make jas almamater itu sama aja kayak makan gado-gado tapi nggak pake sayur. Jas almamater adalah seragam wajib mahasiswa untuk berdemo. Tanpanya, mahasiswa cuma dikira orang-orang bayaran belaka.

Kuliah Kerja Nyata
Beberapa kampus ada yang mewajibkan mahasiswanya untuk mengabdi ke masyarakat di daerah lewat program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini. Nah pada saat itulah, jas almameter jadi sangat berfungsi. Pas bikin-bikin program ke kantor desa, bikin bakti sosial, atau dateng ke pengajian, jas almamaterlah yang kita pake.

Pamer pas main ke bekas SMA
Yah, walaupun lebai tapi ada juga beberapa anak yang menjadikan jas almamater kampus kayak jaket angkatan pas SMA, bisa dipake ke mana-mana untuk pamer. Tiap reuni sekolah mereka sengaja dateng pake jas almamater, ngakunya sih lagi keabisan jaket padahal mah mau nyombong. Aahh, jangan ditiru yah. Norak.

Minta sumbangan ke jalan
Sekarang banyak kan tuh mahasiswa yang turun ke jalan bikin aksi kemanusiaan. Dengan modal jas almamater dan kotak sumbangan mereka mejeng di lampu merah. Well, anak-anak kayak gini perlu kita apresiasi. Mereka rela panas-panasan untuk ngumpulin sumbangan. Kita berdoa aja semoga nggak ada pengemis atau preman yang manfaatin jas almamater biar gampang ngedapetin duit.

Tanda panitia pas acara kampus
Kalau lagi nggak ada dana untuk bikin kaos panitia, maka jas almamater adalah solusi atas permasalahan itu. Panitia acara-acara kampus emang selalu ngerasa harus membedakan diri dengan pesertanya, nggak cukup dengan ID Panitia saja. Nah, acara yang paling sering butuhin almamater adalah ospek. Ya, kakak-kakak senior baru yang jadi panitia ospek pasti bakal cinta banget sama jas almamater.



sumber :

Tulisan 1 | 5 Fungsi Sebenarnya Wisuda



Memang benar, wisuda adalah momen yang berharga bagi para pemuda. Wisuda sering banget dianggep sebagai bukti kalau salah satu pencapaian besar hidup, yaitu menempuh pendidikan. Ketika kita lulus kuliah, wisuda emang dibuat untuk merayakan kelulusan kita itu. 

Eits, tapi kalau dilihat-lihat lagi, sekarang-sekarang ini esensi utama wisuda kayaknya udah bukan sekadar ngerayain kelulusan deh. Justru budaya-budaya yang muncul saat wisuda datang itulah yang malah diutamain bagi anak muda macam kita ini. Alhasil fungsi wisuda pun jadi makin banyak. Apa sajakah itu?

Foto Bareng Keluarga
Rumah mana yang nggak majang foto wisudaan? Kayaknya nggak ada. Semua keluarga selalu bangga bisa memajang bukti kalau anaknya sudah lulus dari perguruan tinggi. Karena itulah tiap kali wisuda kita pasti disuguhin sama berbagai tawaran untuk berfoto, entah itu di studio yang latar belakangnya gambar-gambar buku, di depan tulisan kampus, atau di mana pun.

Bergaya dengan Jas dan Kebaya 
Weits, jarang-jarang banget ada momen di mana kamu dan teman-teman kamu bisa dandan semaksimal mungkin. Karena itulah wisuda juga bisa jadi ajang kita untuk tampil. Apalagi setelah wisuda itu ada momen foto studio, nggak enak kan kalau kita tampil biasa aja. 

Karena itulah banyak juga orang-orang yang niat banget mempersiapkan dirinya. Beli bahan untuk kebaya, keliling-keliling mal untuk jas dan sepatu yang pas, nyari tukang jahit dan nyari salon untuk make up, serta dandanan dari pagi buta. Nyunyu sih mau ngingetin aja, jangan sampe tampilan kamu pas wisuda sampe seheboh ondel-ondel.

Momen Perkenalan Pacar dan Keluarga
Punya pacar yang mau wisuda? Nyunyu yakin pasti ada dari kamu yang deg-degan karena pas wisuda nanti untuk pertama kalinya kamu bakal ketemu orang tua si pacar.  Yap, wisuda emang jadi ajang pertemuan antara pacar dan orang tua. Untuk yang emang udah kenal, wisuda bisa untuk mengakrabkan diri, untuk yang belum sempat di ajak ke rumah itu adalah saatnya kamu kenalan. Dan untuk kamu yang backstreet, wisuda adalah ajang untuk menguji keberanian kamu. Nah lho?!

Motivasi Untuk Cepet Cari Pacar
Nggak tau dari mana awal mitosnya, semua orang mikir kalau wisuda itu harus punya pendamping wisuda yang notabenenya adalah pacar. Nah, karena itulah banyak banget orang yang ngerasa harus udah punya pacar sebelum wisuda dateng. Biar pas keluar dari ruang upacara wisuda ada yang ngasih bunga, biar ada yang bisa diajak foto bareng sambil gandengan, dan lain-lain. Sisi positifnya adalah, kita jadi termotivasi untuk cari pacar. Yuk, yang jomblo, mari digencarkan pencariannya.

Ajang Cari Uang
Kehabisan uang? Wisuda bisa banget dijadiin ajang cari penghasilan. Banyak yang bisa diobjekin, mulai dari buka jasa foto, jualan bunga, jualan merchandise kampus, atau bisa juga jadi joki pendamping wisuda.

Nggak cuma kita-kita aja, banyak juga pihak kampus yang menjadikan wisuda sebagai ajang cari duit, apalagi kampus-kampus swasta. Banyak kan kampus yang mematok biaya gede banget untuk wisudaan?


Kalau diliat dari katanya, wisuda itu mengalami pemborosan bahasa. Wis dalam bahasa jawa itu artinya sudah. Berarti ada wis-uda itu adalah ‘udah udah.’ Karena itu, bijak-bijaklah dalam berwisuda biar nggak cuma jadi ajang pemborosan aja. Okeh?! 


sumber :

Topik 7 | Kelompok 3 | Fungsi Manajemen Resiko

Pengertian Manajemen Risiko
Manajemen Risiko adalah berkaitan dengan kegiatan keamanan, yang tujuannya
adalah menjaga harta benda dan personil perusahaan terhadap kerugian
akibat kejahatan dan semua gangguan sosial atau gangguan alamiah, yang
mungkin membahayakan kehidupan dan perkembangan perusahaan.
Manajemen Risiko dan Asuransi
Asuransi merupakan bagian dari manajemen risiko, karena asuransi
merupakan salah satu cara penanggulangan risiko, sebagai hasil perumusan
strategi penanggulangan risiko dari manajemen risiko.

Persamaan Manajemen Risiko dan Asuransi:
Kedua-duanya merupakan kegiatan manajemen, yang berkaitan dengan
upaya penanggulangan risiko murni yang dihadapi oleh perusahan.

Perbedaan Manajemen Risiko dan Asuransi:
Manajemen Risiko
1.      Lebih menekankan kegiatannya pada menemukan dan menganalisis risiko murni.
2.      Tugasnya hanya memberikan penilaian belaka terhadap semua teknik penanggulangan risiko (termasuk asuransi)
3.      Pelaksanaan programnya menghendaki adanya kerja sama dengan sejumlah individu dan bagian-bagian dari perusahaan.
4.      Keputusan manajemen risiko mempunyai pengaruh yang lebih luas/besar terhadap operasi perusahaan.
Asuransi
1.      Merupakan salah satu cara menanggulangi risiko murni tertentu.
2.      Tugasnya menangani seluruh proses pengalihan risiko
3.      Melibatkan jumlah orang dan kegiatankegiatan yang lebih kecil.
4.      Keputusan di bidang asuransi mempunyai pengaruh yang lebih terbatas.

Fungsi pokok manajemen risiko :
a.      Menemukan kerugian potensial
Mengidentifikasi seluruh risiko yang akan dihadapi oleh organisasi.
b.      Mengevaluasi kerugian potensial
Mengenal dan menanggulangi besarnya frekuensi kerugian dan keparahan atau kegawatan kerugian.
c.       Menentuka cara penanggulangan risiko
Agar suatu organisasi dapat menentukan cara apa yang dapat dilakukan dan tepat untuk menangani sebuah risiko. Apakah itu dengan mengurangi, mencegah, meretensi ( menahan sendiri ), menghindari dan memindahkan kerugian kepada pihak lain.
Langkah-langkah Proses Pengelolaan Risiko
1.      Mengidentifikasi/menentukan terlebih dahulu objek/tujuan yang ingin dicapai
melalui pengelolaan risiko
2.      Mengidentifikasi kemungkinan-kemungkinan terjadinya kerugian/peril atau
mengidentifikasi risiko-risiko yang dihadapi
3.      Mengevaluasi dan mengukur besarnya kerugian potensial
4.      Mencari cara atau kombinasi cara-cara yang paling baik, paling tepat dan
paling ekonomis untuk menyelesaikan masalah-masalah yang timbul
akibat terjadinya suatu peril
5.      Mengkoordinir dan mengimplementasikan/melaksanakan keputusankeputusan
yang telah diambil untuk menanggulangi risiko
6.      Mengadministrasi, memonitor, dan mengevaluasi semua langkah-langkah
atau strategi yang telah diambil dalam menanggulangi risiko.
Kedudukan Manajer Risiko
Di indonesia pada saat ini memang belum ada perusahaan yang mempunyai manajer atau bagian khusus menangani pengelolaan resiko secara keseluruhan.
Secara umum tugas manajer resiko adalah : mengidentifikasi dan mengukur kerugian dari eksposur, menyelesaikan klaim asuransi, merencanakan dan mengelola jaminan tenaga kerja, mengontrol kerugian dan keselamatan kerja.
Kerjasama dengan Departemen Lain
Dalam pelaksanaan penanggulangan resiko, manajer resiko perlu bekerja sama secara harmonis dengan departemen lain seperti :
·         Bagian akunting : berkaitan dengan upaya mengurangi penggelapan dan pencurian oleh karyawan sendiri.
·         Bagian keuangan : berkaitan dengan informasi tentang kerugian dan gangguan terhadap cash flow
·         Bagian marketing : berkaitan dengan resiko dengan pelanggan.
·         Bagian produksi : berkaitan dengan pencegahan terhadap produk cacat, pemborosan bahan baku, kecelakaan kerja.
·         Bagian engineering dan maintenance : berkaitan dengan tanggung jawab desain, maintenance dan perawatan terhadap gedung dan peralatan.
·         Bagian personalia : berkaitan dengan penanggulangan resiko yang berkaitan dengan diri karyawan.



sumber :

Monday, October 21, 2013

Topik 3 | Kelompok 3 | Dampak Asuransi Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi


Fungsi Asuransi
·         Memberikan perlindungan terhadap kemungkinan terjadinya kerugian pada masa mendatang.
·         Menginvestasikan sebagian dari dana yang terkumpul dari pemegang polis (berupa premi asuransi) ke dalam berbagai sektor ekonomi.

Faktor yang Mendorong Timbulnya Usaha Asuransi
·         Keinginan untuk memberi kepastian
·         Memberikan rasa aman
·         Kekhawatiran dan ketakutan akan risiko
·         Keseimbangan ekonomi yang optimal

Aspek Produktif dari Asuransi
  1. Melengkapi persyaratan kredit
  2. Mempercepat laju pertumbuhan ekonomi
  3. Mengurangi biaya modal
  4. Menjamin kestabilan organisasi / perusahaan
  5. Dapat memperhitungkan besarnya biaya insiden dengan cara yang lebih pasti
  6. Penyediaan servis yang profesional
  7. Mendorong usaha pencegahan
  8. Membantu upaya peningkatan konsetvasi kesehatan

Asuransi dan Teori Nilai Guna Batas
            Melalui pengelompokkan risiko, perusahaan asuransi berhasil menekan sejauh mungkin ketidakpastian.
            Ketidakpastian tersebut akan sangat besar apabila masing-masing risiko dipertimbangkan sendiri, tetapi bila risiko tersebut dipertimbangkan secara kelompok (dalam jumlah yang memadai) maka ketidakpastiannya dapat ditekan/diperkecil (hukum bilangan besar)

            Melalui analisa cara kerja “teori nilai guna batas” (marginal utility theory), dimana dalam suatu periode tertentu unit-unit selanjutnya dari barang yang dikonsumsi akan memberikan nilai kegunaan yang semakin berkurang. Pernyataan ini dalam teori ekonomi lebih dikenal dengan “Hukum Gossen I”


sumber : 

Monday, July 1, 2013

SOFTSKILLS 14 | Revisi Pesan-Pesan Bisnis


A. Keterampilan Merevisi
Revisi merupakan langkah terakhir dalam mengembangkan pesan –pesan bisnis secara efektif. Setiap pesan bisnis perlu di edit baik menyangkut masalah isi dan pengorganisasiannya , gaya penyampaiannya, maupun format penulisannya.

Pesan – Pesan bisnis mencakup:
1. Pesan – Pesan Bisnis Tertulis
  Proses penulisan pesan – pesan bisnis dalam bentuk tertulis di mulai dari;
a.Mengedit isi, Pengorganisasian, dan Gaya Penulisan.
Untuk membantu memberikan gambaran yang lebih rinci tentang hal – hal apa saja yang perlu di perbaiki atau di sempurnakan.
b.Mengedit Mekanik / Teknis Penulisan
    Langkah berikutnya adalah melakukan pengeditan dari sudut mekanik atau teknis penulisan suatu pesan – pesan bisnis yang mencakup :
-Susunan kalimat yang di gunakan
-Penggunaan kapitalisasi secara tepat
- Penulisan tanda baca secara tepat
-Meperhatikan makna keutuhan suatu kalimat, sehingga makna suatu kalimat dapat di pahami dengan mudah.
-Menghindari terjadinya pengulangan kata yang tidak tepat dalam suatu kalimat.
 c. Mengedit Format dan Layout
Langkah terakhir dalam mengedit suatu pesan bisnis adalah mengedit format dan layout secara keseluruhan. Jika format penulisannya menarik, di tata rapi, bersih, tidak penuh coretan, dan kertas yang di gunakan berkualitas baik, audiens akan senang membacanya.
2. Pesan – Pesan Bisnis Lisan
Sebagaimana pesan – pesan bisnis yang di sampaikan secara tertulis, pesan – pesan bisnis yang disampaikan dalam bentuk lisan pun memerlukan pengecekan ulang, perbaikan atau pengeditan (editing) seperlunya, sehingga suatu pesan bisnis dapat di pahami audiens dengan baik.
    a. Substansi pesan
         Langkah pertama dan utama dalam melakukan pengeditan (editing) pesan – pesan bisnis adalah mengedit substansi pesan yang akan di sampaikan pada audiens.
b. Pengorganisasian Pesan
Pengorganisasian pesan – pesan bisnis yang akan di sampaikan secara lisan mencakup tiga poin penting yaitu;
-Pembuka (salam pembuka, perkenalan diri)
-Penyampaian substansi pesan (pengantar pesan di lanjutkan dengan substansi pesan).
-Penutup (kesimpulan, saran, rekomendasi, implikasi).
c. Gaya Bahasa
Pada umumnya, penulisan pesan – pesan bisnis yang akan disampaikan secara lisan cenderung hanya bersifat outline atau garis besarnya saja, sedangkan penyajian secara lebih rinci (lengkap) dapat disampaikan pada saat melakukan presentasi.
Gaya bahasa yang di gunakan dalam penyajian pesan – pesan bisnis secara lisan lebih menarik dan dinamis daripada yang berbentuk tertulis karena cara penyampaiannya yang lebih santai, luwes, dan tidak menonton.

B. PEMILIHAN KATA YANG TEPAT
Agar pesan yang terkandung dalam kalimat yang di sampaikan kepada orang lain dengan mudah dapat di mengerti, harus dapat memilih kata – kata dengan sebaik – baiknya. Agar maksud komunikasi dapat tercapai, perlu beberapa hal berikut:
1. Pilihlah kata yang sudah familier/ dikenal
Dalam menyampaikan sesuatu harus menggunakan bahasa yang mudah, agar mudah di mengerti oleh audiens.
2. Pilihlah kata-kata yang singkat
3. Hindari kata-kata yang bermakna ganda

C. MEMBUAT KALIMAT YANG EFEKTIF
Kalimat efektif merupakan bentuk kalimat yang dengan sadar dan sengaja disusun untuk mencapai daya informasi yang tepat & baik.
1. Secara umum, ada tiga jenis kalimat yaitu:
A. Kalimat Sederhana
Suatu kalimat sederhana hanya memiliki sebuah subjek dan sebuah predikat.
B. Kalimat Majemuk
Kalimat majemuk berisi dua atau lebih klausa independen dan tidak mempunyai klausa dependen.
C. Kalimat Kompleks
Kalimat kompleks berisi sebuah klausa independen dan satu atau lebih klausa dependen sebagai anak kalimat.
2. Cara Mengembangkan Paragraf
Pendekatan induktif dimulai dengan berbagai alasan terlebih dahulu baru dibuat kesimpulan, sedangkan deduktif dimulai dari kesimpulan, baru di diikuti dengan alasan-alasannya.  Cara-cara mengembangkan paragraf:
a.Ilustrasi
Untuk mengembangkan suatu paragraf dapat digunakan suatu ilustrasi yang dapat memberikan gambaran terhadap ide atau gagasan umum.
b. Perbandingan (Persamaan & Perbedaan)
Pengembangan paragraf dapat dilakukan dengan cara membandingkan persamaan maupun perbedaan terhadap suatu pemikiran dengan pemikiran yang lain.
c. Pembahasan Sebab-Akibat
Agar dapat memberikan arah yang jelas terhadap suatu pokok bahasan tertentu.
d. Klasifikasi
Untuk mempermudah pemahaman paragraf bagi pengirim pesan dan penerima pesan. Selain itu agar suatu topik bahasan menjadi lebih terarah atau terfokus.
e. Pembahasan Pemecahan Masalah
Untuk memberikan latihan analitis yang sangat diperlukan bagi seseorang dalam pengambilan keputusan-keputusan penting bagi suatu organisasi.






SOFTSKILLS 13 | Pengorganisasian Pesan-Pesan Bisnis


Pengorganisasian pesan-pesan bisnis yang baik akan mempermudah pencapaian tujuan komunikasi bisnis.

A.      Hal-hal yang menyebabkan pesan-pesan tak terorganisasi dengan baik.

Dalam suatu organisasi, pesan-pesan yang disampaikan oleh pimpinan kepada para bawahannya, kadang kala tidak terorganisasi dengan baik. Hal ini menjadikan pesan-pesan yang disampaikan tidak mengenai sasaran atau hasilnya tidak sesuai dengan apa yang dikehendakinya. Tidak terorganisasinya komunikasi dengan baik dapat disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut:

1. bertele-tele sering kali pesan pembuka awal sebuah surat terlalu panjang hingga mencapai beberapa paragraph, baru kemudian masuk ke topik bahasan.
2. memasukkan bahan-bahan yang tidak relevan. Adanya informasi yang tidak relevan dan tidak penting dalam pesan yang disampaikan kepada audiens membuang-buang waktu, juga dapat membuat pesan-pesan yang disampaikan menjadi kabur, tidak jelas , dan sulit dipahami.
3. menyajikan ide-ide secara tidak logis dan tidak terkait dengan topik bahasan yang disampaikan kepada audiens.
4. informasi penting kadang kala tidak tercakup didalam pembahasan. Poin-poin yang seharusnya memperoleh porsi bahasan lebih besar menjadi terabaikan.


B.      Pentingnya pengorganisasian pesan yang baik

Dengan mengatur ide-ide secara logis, berurutan, dan tidak bertele-tele, ide yang disampaikan akan dapat memuaskan kebutuhan-kebutuhan informasi, motivasi maupun praktis bagi para audiens . Untuk dapat mengorganisasi pesan-pesan dengan baik, ada empat hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
1. Subjek dan tujuan haruslah jelas.
2. Semua informasi harus berhubungan dengan subjek dan tujuan.
3. Ide-ide harus dikelompokkan dan disajikan dengan cara yang logis.
4. Semua informasi yang penting harus sudah tercakup.
Suatu pesan yang disusun dengan baik akan membantu audiens memahami pesan yang disampaikan, membantu audiens menerima pesan, menghemat waktu audiens, dan mempermudah pekerjaan komunikator.





SOFTSKILLS 12 | Perencanaan Pesan-Pesan Bisnis


Perencanaan pesan, merupakan suatu langkah strategis bagi pencapaian tujuan organisasi secara menyeluruh dan merupakan salah satu factor penentu keberhasilan komunikasi. Pesan–pesan bisnis yang terencana dengan baik akan mempermudah pencapaian tujuan komunikasi.

Dalam ringkasan materi ini, akan dibahas proses komposisi, penentuan tujuan, analisis audience, penentuan ide pokok dan seleksi saluran dan media komunikasi.


A.      PEMAHAMAN PROSES KOMPOSISI
Proses komposisi (composition process) penyusunan pesan-pesan bisnis dapat di analogikan dengan proses penciptaan lagu seperti yang dilakukan oleh seorang composer. Dia harus merencanakan lagu apa yang aka bibuat untuk mengiringi lagu tersebut. Kemudian mereka harus melakukan latihan dan uji ulang atau revisi-revisi yang diperlukan, sehingga lagu yang diciptakan mempunyai mutu yang bagus, enak didengar dan mudah dicerna oleh para pengemarnya.

Penyusunan pesan-pesan bisnis meliputi tiga tahap, yaitu :

a)      Pencanaan 
Dalam fase perencanaan (planning phase), dipikirkan hal-hal cukup mendasar, seperti yang akan menerima pesan, ide pokok (main idea) pesan-pesan yang akan disampaikan dan saluran atau media yang digunakan untuk menyampaikan pesan.
b)      Komposisi
Komposisi erat kaitannya dengan penyusunan atau pengaturan kata-kata, kalimat dan paragraph. Hal ini mengunakan kata-kata yang sederhana, mudah dipahami, dimengerti dan dilaksanakan oleh si penerima.
c)       Revisi
Setelah ide dituangkan dalam kata-kata, kalimat, dan paragraph, perhatikan apakah kata-kata tersebut telah diekspresikan dengan benar. Seluruh maksud dan isi pesan harus ditelah kembali, apakah sesuai dengan apa yang direncanakan sebelumnya atau tidak.

B.      PENENTUAN TUJUAN
Dalam merencanakan suatu pesan bisnis hal yang pertama dilakukan adalah memikirkan maksuda atau tujuan komunikasi. Untuk dapat melakukan dan menjaga goodwill di hadapan audience, maka hal pertama-tama ia harus menentukan tujuan yang jelas dan dapat diukur, sesuai dengan tujuan organisasi.

1.       Mengapa tujuan itu harus jelas.
Dengan tujuan yang jelas maka akan membantu pengambilan beberapa keputusan diantaranya sebagai berikut :

a.       Keputusan untuk meneruskan pesan .

Sebelum menyampaikan suatu pesan, tanyakan pada diri sendiri sendiri, apakah pesan yang akan disampaikan benar-benar diperlukan atau tidak?

b.      Keputusan untuk menenggapi audience

Untuk memutuskan cara terbaik menanggapi audience, komunikator perlu mempertimbangkan motif-motif mereka. Mengapa mereka memperhatikan inti pesan yang disampaikan? Apakah mereka mengharapkan keuntungan? Apakah harapan mereka sesuai dengan harapan komunikator? Tanpa mengetahui tanpa mengetahui motif audiencenya, komunikator tidak dapat menanggapi mereka dengan baik.

c.       Keputusan untuk memutuskan isi

Menetapkan tujuan yang jelas akan membantu memusatkan isi pesan. Komunikator seharusnya hanya memasukkan informasi yang penting, yang relevan dengan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Informasi yang tidak relevan harus di singkirkan jauh-jauh.

d.      Keputusan untuk menetapkan saluran atau media

Penentuan saluran atau media yang akan digunakan untuk menyampaikan suatu pesan, sangat tergantung pada tujuan yang dikehendaki. Saluran komunikasi yang akan digunakan dapat berupa lisan atau tulisan.

2.       Tujuan komunikasi bisnis
Secara umum, ada tiga tujuan komunikasi bisnis yaitu :

·         Memberi informasi (informing)
·         Persuasi (persuading)
·         Kolaborasi (collaborating) dengan audience.

3.       Cara Menguji Tujuan

Ada empat pertanyaan dalam menguji tujuan yang tela ditentukan yaitu :

·         Apakah tujuan tersebut realistis?
·         Apakah waktunya tepat?
·         Apakah orang yang mengirimkan pesan sudah tepat?
·         Apakah tujuannya dapat diterima oleh perusahaan

C. ANALISIS AUDIENCE
Setelah komunikasi tersebut telah memiliki maksud dan tujuan yang jelas, langkah selanjutnya adalah memperhatikan audience yang akan dihadapi. Siapa mereka, bagaimana sikap mereka dan apa yang mereka ketahui?

1) Cara mengembangkan profil audience

a. Berapa jumlah dan bagaimana komposisi audience?
Audience dalam jumlah besar tentu saja akan menunjukan prilaku yang berbeda dengan audience yang berjumlah sedikit sehingga untuk mengadapi diperlukan teknik komunikasi yang berbeda pula. Bentuk dan format penulisan materi yang akan disampaikan juga ditentukan oleh jumlah audience.

b. Siapa audience
Bila audience yang dituju lebih dari satu orang komunikator perlu mengidentifikasi siapa diantara mereka yang memegang posisi kunci/posisi yang penting, seperti mereka yang memiliki status organisasional tinggi.

c. Reaksi audience
Setelah mengetahui siapa yang menjadi audience, perlu diketahui komposisi audience adalah orang-orang yang tidak suka berdebat atau kurang kritis,

d. Bagaimana tingkat pemahaman audience?
Ketika menyampaikan pesan-pesan, latar belakang audience seperti tingkat pendidikan, usia, dan pengalaman juga perlu diperhatikan. Jika komunikator dan audience memiliki latar belakang yang jauh berbeda, perlu diputuskan terlebih dahulu seberapa jauh audience tersebut dididik.

e. Bagaimana hubungan komunikator dengan audience?
Jika komunikator adalah orang yang belum dikenal oleh audience, audience harus dapat diyakinkan sebelum presentasi disampaikan. Komunikator dengan penampilan yang meyakinkan akan membuat audience termotivasi untuk mendengarkan dan menyimak pembicaraannya, sehingga pesan dapat tersampaikan dengan baik.

2) Cara memuaskan kebutuhan informasi audience.

Salah satu kunci dari komunikasi yang efektif adalah mengetahui kebutuhan informasi audience dan selajuntnya berusaha memenuhi kebutuhan tersebut.
Ada lima tahap yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan audience yaitu :
a. Temukan/cari yang diinginkan oleh audience
b. Antisipasi terhadap pertanyaan yang tak diungkapkan
c. Berikan semua informasi yang diperlukan
d. Yakinkan bahwa informasinya akurat
e. Tekankan ide-ide yang paling menarik bagi audience.

3) Cara memuaskan kebutuhan motivasional audience
Beberapa jenis pesan bertujuan memotivasi audience untuk mau mengubah prilaku mereka. Tetapi, pemberian motivasi ini seringkali mengalami hambatan/ kendala. Hal ini disebabkan oleh adanya kecenderungan dari audience untuk tidak mau mengubah sesuatu yang ada dengan hal yang lebih baru. Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut perlu melakukan pendekatan dengan memberikan argumentasi yang bersifat rasional dan pendekatan emosi audience.

D. PENENTUAN IDE POKOK
Setelah menganalisis tujuan dan audience, langkah selanjutnya adalah menentukan cara untuk mencapai tujuan tersebut. Topik dan ide pokok merupakan dua htal yang berbeda. Topik adalah subjek pesan yang luas. Sedangkan ide adalah pokok adalah pernyataan tentang suatu topik, yang menjelaskan isi dan tujuan dari topik tersebut sehingga dapat diterima oleh audience.
Sebelum menentukan ide pokok terlebih dahulu yang harus diidentisikasi adalah :

1. Teknik Brainstorming.
a) Storyteller’s tour
Hidupkan tape recorder dan telaah pesan-pesan yang disampaikan. Fokuskan pada alasan berkomunikasi, poin utama, rasionalitas dan implikasi bagi sipenerima.
b) Random list
Tulis segala sesuatu yang ada dalam pikiran diatas kertas kosong. Selanjutnya pelajari hubungan antara ide-ide tersebut.

c) CFR (Conclusions, findings, recommendations¬¬¬) Worksheet.

Jika subjek yang dibahas mencekup pemecahan masalah, gunakanlah suatu worksheet yang akan membantu menjelaskan hubungan antara temuan (findings), kesimpulan (conclusions) dan rekomendasi (recommendation) yang akan di berikan.

d) Journalistic Approach
Pendekatan jurnalistik memberika poin yang baik sebagai langkah awal menentukan ide pokok.

e) Question And Answer Chain
Barangkali pendekatan yang terbaik adalah melihat dari sisi perspektif audience.

f) Pembatasan cakupan
penyajian rutin kepada audience yang telah Anda kenal hendaknya menggunakan kata-kata yang singkat. Cara ini dapat membangkitkan rasa hormat audience kepada komunikator, sedangkan penyampaian pesan yang kompleks dan controversial akan memakan waktu yang lebih lam, terutama jika audience yang hadir terdiri atas orang-orang yang spektial, atau orang-orang yang tidak dikenal sebulumnya.

E. SELEKSI SALURAN DAN MEDIA

Pesan-pesan bisnis harus sesuai dengan situasi yang ada. Ide-ide dapat disampaikan melalui dua saluran yaitu saluran lisan dan tulisan. Pilihan mendasar berbicara dan menulis tergantung pada tujuan dan maksud pesan audience dan karakteristik dari dua saluran komunikasi tersebut.

a. Komunikasi Lisan

Salah satu kebaikan dari komunikasi lisan adalah kemampuanya memberikan umpan balik dengan segera. Saluran digunakan bila pesan yang disampaihakan sederhana, tidak diperlukan catatan permanent dan audience dapat dibuat lebih nyaman. Kelebihan yang lain yaitu sifatnya yang ekonomis.
Komunikasi lisan mencakup antara lain percakapan antara dua orang yang tidak terencan, pembicaran lewat telepon, wawancaram pertemuan kelompok kecil, seminar, workshop, program pelatihan, pidato formal dan prentasi penting lainnya.

b. Komunikasi Tertulis

Pesan-pesan tertulis dapat disampaikan melalui berbagai macam bentuk seperti surat, memo, dan laporan. Salah satu kebaikan dari komunikasi tertulis yaitu penulis mempunyai kesempatan untuk merencanakan dan mengendalikan pesan-pesan mereka.